Siswi asal Makassar, Sulawesi Selatan, Cathlyn Yvaine Lesmana (CYL), yang sebelumnya menjadi sorotan karena gagal lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional meski masuk peringkat tiga besar seleksi, kini mendapat tawaran beasiswa pendidikan ke luar negeri.
Kabar tersebut muncul setelah polemik pencoretan namanya dari daftar peserta yang mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional menuai perhatian publik. Cathlyn sebelumnya disebut memiliki nilai seleksi yang baik dan masuk jajaran peserta terbaik, namun tidak masuk dalam daftar akhir peserta yang diberangkatkan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjelaskan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan seperti kondisi penglihatan dan telapak kaki datar (flat foot). Selain itu, panitia menyebut terdapat peserta lain yang memperoleh nilai lebih tinggi pada tahapan seleksi nasional.
Di tengah kontroversi yang berkembang, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan tidak ada unsur diskriminasi dalam proses seleksi dan telah menurunkan tim untuk meninjau persoalan tersebut.
Meski gagal melaju ke tingkat nasional, Cathlyn tetap akan bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Sementara itu, tawaran beasiswa luar negeri yang diterimanya mendapat banyak dukungan dari masyarakat dan dinilai menjadi peluang baru bagi masa depan pendidikannya.





















