Lintaswaktu.News – Lebak – Aktivis Lebak Selatan, Agus Rusmana, meminta Gubernur Banten memberikan perhatian serius terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di wilayah Lebak Selatan, khususnya terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping dan pelaksanaan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Permintaan tersebut disampaikan Agus menyusul ramainya pemberitaan di sejumlah media online mengenai persoalan pelayanan serta ketersediaan air bersih di RSUD Malingping, serta sorotan masyarakat terhadap kualitas hasil pekerjaan Jalan konektivitas Program Bang Andra, TA 2025 di Desa Sukaraja
Menurut Agus, persoalan pelayanan kesehatan dan ketersediaan air bersih di rumah sakit tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pasien dan keluarga pasien.
“Gubernur Banten perlu turun langsung melihat kondisi RSUD Malingping. Jangan hanya mengandalkan laporan administratif dari bawahan. Dengan melihat langsung ke lapangan, pemerintah dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan mengambil langkah perbaikan secara tepat,” ujar Agus Rusmana, Rabu (30/9/2026).
Ia menilai ketersediaan air bersih merupakan salah satu kebutuhan mendasar dalam operasional rumah sakit. Air bersih dibutuhkan untuk menunjang kebersihan lingkungan rumah sakit, sanitasi, pelayanan pasien, serta kenyamanan keluarga pasien dan tenaga kesehatan.
Agus juga meminta agar persoalan pelayanan di RSUD Malingping ditelusuri secara menyeluruh. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas mengenai kondisi yang sebenarnya, sekaligus langkah konkret yang akan dilakukan apabila ditemukan persoalan dalam pelayanan maupun sarana pendukung rumah sakit.
“Kalau memang ada persoalan, harus segera dicari akar masalahnya dan diberikan solusi. Masyarakat Lebak Selatan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan manusiawi,” katanya.
Selain persoalan RSUD Malingping, Agus Rusmana juga meminta Gubernur Banten meninjau secara langsung pelaksanaan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) Tahun Anggaran 2025 yang berlokasi di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Agus menyoroti kualitas hasil pekerjaan jalan tersebut yang menurutnya perlu menjadi perhatian pemerintah dan dievaluasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Menurut Agus, kualitas infrastruktur jalan memiliki hubungan erat dengan aktivitas masyarakat, mulai dari akses ekonomi, pendidikan, transportasi, hingga akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya melihat pelaksanaan program berdasarkan laporan administratif atau dokumen pekerjaan, tetapi melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi fisik jalan di lapangan.
“Gubernur juga perlu melihat langsung kondisi jalan hasil Program Bang Andra. Bagaimana kualitas pekerjaannya, bagaimana kondisi jalan setelah digunakan masyarakat, serta apakah hasil pembangunannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan jalan yang bagus sesaat, tetapi kemudian kembali mengalami kerusakan,” ungkapnya.
Agus meminta kualitas pekerjaan menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kualitas, ketahanan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Jangan hanya mengejar pembangunan secara fisik. Yang lebih penting adalah kualitas dan manfaatnya bagi masyarakat. Kalau jalan cepat rusak, tentu masyarakat yang kembali dirugikan,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya evaluasi terhadap hasil pekerjaan Program Bang Andra apabila di lapangan ditemukan bagian jalan yang mengalami kerusakan atau kualitas pekerjaan yang dinilai perlu diperbaiki.
Menurut Agus, evaluasi tersebut penting dilakukan secara terbuka dan berdasarkan kondisi faktual, sehingga setiap persoalan dapat diketahui secara objektif dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Agus menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Lebak Selatan.
Ia berharap Gubernur Banten dapat melakukan peninjauan langsung ke RSUD Malingping dan lokasi pelaksanaan Program Bang Andra di Desa Sukaraja untuk melihat kondisi secara objektif sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Harapan kami sederhana, pemerintah hadir dan melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan pelayanan kesehatan, air bersih, maupun kualitas infrastruktur jalan baru ditangani setelah menjadi masalah besar,” katanya.
Menurut Agus, peninjauan langsung juga dapat menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap pelayanan publik serta pembangunan infrastruktur di wilayah Lebak Selatan.
“Ini bukan soal mencari siapa yang salah. Yang kami dorong adalah evaluasi, transparansi, dan solusi. Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik, air bersih yang tersedia, serta jalan yang berkualitas dan aman untuk digunakan,” pungkas Agus Rusmana.
(Oji DN)






















