Lintaswaktu.News – Lebak – Proyek pembangunan konektivitas ruas Jalan Cikeusik–Simpang Akses SMKN 2 Malingping yang berlokasi di Desa Kersaratu, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, permukaan beton jalan tersebut terpantau mengalami keretakan di sejumlah titik, meskipun pekerjaan baru selesai belum genap satu bulan.
Proyek yang dibangun melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dengan nilai anggaran miliaran rupiah itu dikerjakan oleh CV Gelora Gumilang. Munculnya keretakan dalam waktu relatif singkat memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan, mutu material yang digunakan, hingga pelaksanaan pengawasan selama proses pembangunan.
Berdasarkan pantauan langsung awak media Lintaswaktu News pada Sabtu (24/10/2026), sejumlah bagian permukaan beton jalan terlihat mengalami keretakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalan itu diharapkan mampu menunjang mobilitas masyarakat, memperlancar akses menuju fasilitas pendidikan, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Keretakan yang terlihat tidak lama setelah pekerjaan rampung tersebut menimbulkan kekecewaan warga. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran publik dapat memberikan manfaat jangka panjang, memiliki daya tahan yang baik, serta dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Adma, salah seorang warga setempat yang sehari-hari melintasi ruas jalan tersebut, mengaku menyayangkan kondisi permukaan beton yang mulai retak meskipun pembangunan belum lama selesai.
Menurutnya, masyarakat menaruh harapan besar terhadap program pembangunan jalan tersebut. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas warga dan akses perjalanan menuju sekolah.
“Kami tentu berharap jalan yang baru dibangun bisa bertahan lama dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Kalau belum genap satu bulan sudah terlihat retak-retak, tentu kami kecewa dan berharap ada pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Adma.
Menurut Adma, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran publik yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.
Ia juga meminta agar kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan agar penyebab keretakan dapat diketahui secara objektif dan tidak hanya didasarkan pada dugaan.
“Perlu diperiksa apakah keretakan ini berkaitan dengan proses pengeringan dan perawatan beton, kondisi tanah dasar, pelaksanaan konstruksi, mutu material, atau faktor teknis lainnya. Kami berharap ada penjelasan yang terbuka agar masyarakat mengetahui penyebabnya,” tegasnya.
Untuk memperoleh klarifikasi dan keberimbangan informasi, awak media Lintaswaktu News telah berupaya mengonfirmasi pihak CV Gelora Gumilang melalui pesan WhatsApp terkait keretakan pada permukaan beton jalan tersebut, Namun, hingga berita ini disusun, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan.
(Oji DN)






















