Lintaswaktu.News – Lebak – Keluarga pasien mengeluhkan kondisi ketersediaan air di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping yang disebut tengah mengalami situasi darurat air. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas pelayanan, kebersihan, sanitasi, serta kebutuhan sehari-hari pasien dan keluarga selama menjalani perawatan.
Ketersediaan air merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam operasional rumah sakit. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga, air dibutuhkan untuk menjaga kebersihan dan sanitasi serta mendukung berbagai aktivitas pelayanan medis.
Salah seorang keluarga pasien yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan berharap persoalan ketersediaan air di RSUD Malingping segera mendapat penanganan serius dari pihak terkait. Menurutnya, kepastian ketersediaan air sangat penting untuk memastikan kebutuhan dasar pasien selama menjalani perawatan tetap terpenuhi.
“Masa air saja sampai tidak ada. Padahal air sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk pasien dan keluarga, tetapi juga untuk menunjang pelayanan rumah sakit. Sangat tidak mungkin ketika kami ingin buang air kecil harus pulang dulu ke rumah, sementara jarak RSUD dan rumah kami sangat jauh,” ungkapnya.
Ia berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan kesehatan.
“Kami berharap masalah air ini segera ditangani. Pasien membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari, begitu juga rumah sakit untuk kebersihan dan pelayanan,” harapnya.
Keluhan tersebut turut mendapat perhatian dari Agus Rusmana, aktivis Lebak Selatan. Ia menyayangkan kondisi yang terjadi di RSUD Malingping, terlebih rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan milik pemerintah provinsi.
Menurut Agus, ketersediaan air semestinya menjadi salah satu kebutuhan dasar yang dipastikan terpenuhi untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
“Sangat disayangkan, sekelas RSUD milik provinsi kok sampai tidak ada air. Sistem manajemennya seperti apa? Seharusnya persoalan seperti ini jangan sampai terjadi, karena air merupakan kebutuhan pokok dan sangat utama dalam pelayanan rumah sakit,” ujar Agus, Sabtu (19/9/2026).
Ia menilai persoalan ketersediaan air tidak hanya menyangkut kebutuhan pasien dan keluarga, tetapi juga berkaitan dengan kebersihan, sanitasi, serta kelancaran aktivitas pelayanan rumah sakit.
Agus berharap manajemen RSUD Malingping bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang didukung fasilitas dan kebutuhan dasar yang memadai.
“Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan justru harus menghadapi persoalan air. Ini harus segera dicarikan solusi dan jangan dibiarkan berlarut-larut,” katanya.
Agus juga meminta Pemerintah Provinsi Banten memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Ia berharap Gubernur Banten meminta pihak terkait melakukan evaluasi dan memastikan persoalan ketersediaan air di RSUD Malingping segera ditangani.
“Kami berharap Gubernur Banten segera memberikan perhatian dan melakukan evaluasi terhadap manajemen RSUD Malingping. Jangan sampai persoalan air seperti ini mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Rumah sakit harus memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Lebak Selatan, M Robi Teguh, turut menyayangkan persoalan ketersediaan air yang dikeluhkan keluarga pasien di RSUD Malingping.
Robi menilai persoalan tersebut harus segera mendapatkan solusi konkret dari pihak manajemen rumah sakit dan instansi terkait. Menurutnya, apabila persoalan kebutuhan dasar seperti ketersediaan air tidak segera diselesaikan dan terus berlarut-larut, maka kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja manajemen RSUD Malingping.
Ia meminta pihak yang memiliki kewenangan tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga memastikan adanya langkah nyata agar kebutuhan dasar pasien dan keluarga dapat terpenuhi.
“Kalau sampai persoalan air ini tidak ada solusinya dan terus berlarut-larut, tentu harus ada evaluasi terhadap manajemen. Kalau memang tidak mampu menyelesaikan persoalan mendasar seperti ini, saya meminta Direktur RSUD Malingping untuk mundur dari jabatannya,” tegasnya.
(Oji DN)






















